Dalam di kawasan ini yaitu penyelundupan senjata yang terjadi.

Dalam tren peresbaran Small Arms and Light Weapons
pada level regional difokuskan pada kawasan afrika, Afrika sebagai kawasan
meemiliki jumlah terkecil perdagangan Small Arms and Light Weapons yang
terdokumentasi dan terdata menurut survey Small Arms Survey, dimana impor dari
SALW yang terdata di kawasan Afrika, namun dilihat dari data perdagangan yang
terdata, Afrika Selatan pada tahun 2014 tetap menjadi salah satu eksportir
terbesar dari SALW di dunia dengan nilai yang diperkirakan mencapai 10-49 Juta
USD1.

Data impor SALW di afrika juga menunjukkan bahwa
nilai impor SALW di Afrika dari tahun 2001 hingga 2014 memiliki peningkatan
hingga 3 kali lipat, yaitu dari 82 juta USD hingga 237 Juta USD, dalam periode
ini 13 negara di Afrika pernah mengimpor setidaknya sekali SALW senilai lebih
dari 10 Juta USD, namun melihat dari jumlah impor yang terdata dan
terdokumentasi, Afrika masih merupakan kawasan yang terendah, dimana wilayah
Afrika Utara merupakan importir SALW terbesar di Afrika (senilai 62 Juta USD
per tahun), disusul oleh Afrika Barat (senilai 35 Juta USD) setahun, sedangkan
5 negata importir terbesar bagi impor SALW di kawasan Afrika pada periode
2001-2014 adalah Pantai Gading, Mesir, Maroko, Afrika Selatan, dan Sudan2

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Jumlah perdagangan SALW di afrika yang ttergolong
rendah dibandingkan kawasan lain tersebut mengingat bahwa jumlah diata
merupakan jumlah perdagangan SALW terdata, dimana Afrika merupakan salah satu
kawasan yang transparansi perdagangan SALW nya kecil, salah satu negara
eksportir SALW terbesar di Afrika adalah Afrika Selatan, dimana Afrika Selatan
juga termasuk ekportir SALW yang transparansinya kecil, hal ini mengejutkan
mengingat Afrika Selatan secara rutin memberikan laporan kepada Registrasi PBB
dan keputusan dari National Conventional
Arms Control (NCAC) pada tahun 2002 mengharuskan National Conventional Arms Control Committee (NCACC) untuk
menyediakan laporan tahunan mengenai perdagangan senjata, namun laporan yang
diberikan oleh NCACC pada rentang waktu 2003-2013 tidak memberikan data
mengenai perdagangan SALW, Afrika Selatan juga tidak memberikan informasi dan
data tersebut kepada Registrasi PBB maupun UN
Comtrade, Namun setelah diadopsinya regulasi baru oleh NCAC pada tahun 2012
laporan yahunan yang didapat dari Afrika Selatan mulai membaik dengan
menyertakan data mengenai perdagangan SALW3

Namun ketika masuk ke ranah perdagangan SALW secara
ilegal, Sub-Sahara Africa merupakan salah satu wilayah yang tidak melaporkan
jumlah impor yang mereka lakukan karena banyak senjata yang di impor secara
ilegal namun dengan jumlah kecil karena di Afrika importir ilegal tersebut
merupakan gerakan pemberontak. Mereka membeli senjata tersebut kebanyakan dari
eropa timur dan amerika karena di wilayah tersebut diketahui terdapat banyak
pemasok ilegal dan harga yang di tawarkan juga relatif murah karena kebanyakan small arms yang di jual merupakan
senjata bekas, surplus stock, dan
senjata yang rendah nilainya.

Walaupun transaksi senjata di Afrika termasuk dalam
nilai yang kecil terdapat juga masalah yang di hadapi di kawasan ini yaitu
penyelundupan senjata yang terjadi. Kebanyakan senjata di impor dari negara
pecahan Republik Yugoslavia yang dilakukan didalam kawasan Afrika tersebut.
Kebanyakan penyelundupan ilegal ini hanya dalam jumlah skala yang sangat kecil
dan sering kali disebut dengan “ant trade”
dengan menyelundupkan satu atau beberapa lusin senjata saja dalam sekali
pengiriman. Hal ini juga terjadi karena kurangnya pengawasan batas antar negara
di Afrika dan juga karena maraknya korupsi.

1
Trade Update 2017 Out of the Shadows, Small Arms Survey, http://www.smallarmssurvey.org/fileadmin/docs/S-Trade-Update/SAS-Trade-Update-2017.pdf,
hlm 21

2 ibid, hlm 24-28

3 ibid, hlm 62