Pendidikan adalah
suatu kebutuhan pokok dalam tumbuh kembang manusia agar menjadi manusia yang
berkualitas, tanpa adanya pendidikan manusia akan mengalami kemunduran oleh
karenanya pendidikan menjadi salah satu program pembagunan nasional yang
dilakukan pemerintah yang diatur pula dalam undang-undang.

Dalam menunjang pelaksanaan pendidikan, pemerintah telah membangun lembaga
didik berupa sekolah yang mengajarkan berbagai pelajaran dan keterampilan.
Pendidikan tidak akan berjalan tanpa adanya pendukung fasilitas berupa buku,
buku adalah salah satu alat bantu dalam menunjang pendidikan karena buku adalah
jendela dunia.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Berbagai ide yang ada dalam pemikiran manusia dituangkan dalam sebuah buku
yang mana membutuhkan waktu, tenaga, material yang tidak sedikit. Proses
pembuatan inilah menjadikan buku sebagai kumpulan dari ide-ide, opini, atau
pemikiran manusia, buku adalah sesuatu yang tidak akan kehilangan peminatnya
hingga saat ini di zaman teknologi, buku pula menunjukan pemikiran dari
berbagai lintas generasi, sehingga di dunia ini seseorang mendapatkan
pengetahuan dari buku-buku yang telah di terbitkan dan ditulis oleh manusia.

Membaca adalah kegiatan yang dilakukan tidak hanya berupa melihat lambang
atau huruf-huruf yang tertulis didalamnya, namun kegiatan yang dapat merubah
lambang atau huruf-huruf tersebut memiliki makna dan nilai. Kemampuan membaca
sangat dibutuhkan dalam memperoleh kebutuhan. Kemampuan membaca menjadi dasar
yang harus dikuasi anak-anak karena dari usia inilah pembentukan keterampilan
dan menumbukan kualitas hidup yang baik.

Penyediakan buku
yang baik dan berkualitas adalah faktor yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah
agar tidak adanya peredaran buku yang bersifat preventif dan tidak edukatif. Pemerintah
telah mengatur dalam undang-undang tentang peredaran buku dan juga membentuk
suatu ikatan berupa IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), namun pengawasan dalam peredaran
buku anak dan remaja tidak terlalu jelas dan ketat, sehingga buku-buku yang
memuat konten ponografi dan tidak edukatif masih beredar.